Asa yang Kuharapkan, Apakah Masih Ada?
Perempuan yang sedang menatap ke arah jendela yang bernama ashwa, yang biasa dipanggil swa. Itu aku. Entah apa yang aku liat, entah apa yang aku pikirkan, entah apa yang aku lakukan. Duduk termenung didepan jendela, mengabaikan kopi yang sudah dingin. Memang, aku sangat menyukai hujan, tapi kali ini beda dari biasanya. Biasanya aku dengan senang dan tenang memandang rintik hujan yang turun, tapi kali ini ada yang beda dari mataku. Yap, mata pun ikut mengeluarkan rintik hujan seperti tak mau kalah dengan hujan yang turun diluar sana. Tentu ini bukan pertama kalinya. Akhir akhir ini cara aku menatap dan menikmati hujan beda. Ingin berteriak? tapi sudah terlalu sering, ingin menyalahkan? tak tahu alamat mana yang dituju, ingin melangkah? jalan mana yang ditempuh tak tahu. Perasaan ini tak mau pergi, sudah kusuruh dia untuk pergi jauh jauh, sudah sering ku bilang untuk cukup menggerogoti pikiran ini, sudah kulakukan banyak hal, tapi tetap saja dia ta...