Magic Chocolate


                Dengan bahagia aku melangkah, memasuki sebuah gedung  yang tinggi dan besar. Ya, itu dinamakan SEKOLAH MENENGAH PERTAMA, atau yang disebut dengan SMP, yang bernama SMP Sempurna. Pada saat masuk kedalamnya, aku melihat ada seseorang yang telah menungguku di depan kelas. Siska namanya. Ia adalah sahabat dekatku. Ia orangnya pintar, cantik, dan friendly. Rambutnya yang hitam lurus dan pipi yang tirus banyak membuat orang iri akan kecantikannya. Bukan hanya kecantiknya yang membuat orang menyukai Siska, tetapi hati yang baik. “Sarah, kamu udah buat pr matematika belum?” Tanya siska.”udah dong..masa belum sih, sarah gitu lho...” jawabku sedikit sombong( tetapi itu hanya bercanda). “hahaha... geernya selangit..”godanya. Tetapi aku hanya menunjukkan muka bebekku kepada dia,melihatkan aku sedang kesal kepadanya, tetapi aku hanya bercanda. Aku dan Siska memang sering begitu..berdebat gara-gara masalah kecil, tetapi kita adalah kertas yang menempel, melekat dengan kuat (kata orang-orang sih gitu).
            Pada saat jam istirahat, kebiasaan kami adalah setiap selesai pergi ke kantin, kami menghabiskan waktu istirahat di taman belakang. Biasanya jika aku di taman belakang ia membaca novelku disana sambil mendengarkan musik, aku biasanya mendengarkan musik dari Taylor Swift yang berjudul ‘We Are Never Ever Ever Getting Back Together’, aku juga suka mendengarkan kumpulan lagu dari Afgan, terutama’ Sabar’. Berbeda dengan Siska, sahabatku.biasanya siska sering bermain gadgetnya, ia bermain gadget bukan karena bermain media sosial,tetapi ia sering menulis di blog. Postingannya saja sudah hampir 1000 karna sehari mungkin ia nge-blog 10 posting. Itulah kebiasaan sepasang sahabat itu.
Sinar mentari menghangatkan dunia. Dengan hangatnya dunia ini membangunkanku  dari tempat tidurnya. Dengan malasnya aku bangun dari  tempat tidur untuk bersiap untuk pergi ke sekolah. Setelah  bersiap pergi ke sekolah, aku langsung menaiki mobil yang dikendarai oleh pak yanto. Pak yanto adalah supirku. Setelah sampai di depan sekolah, aku melihat seorang gadis yang bernama Siska dia selalu menemaniku kapan saja. Pada saat aku sedih, marah, bahaagia…dia selalu disampingku. Aku bahagia karena aku telah memiliki Sahabat sebaik itu.
Pada waktu istirahat, seperti biasa, kami pergi ke taman belakang sekolah. Tidak seperti biasa Siska tampak murung, lalu aku penasaran dan menanyakannya “ Siska, kamu ada apa??kok dari tadi kamu terlihat agak murung” kataku penuh Tanya. “Gini, sebelumnhya aku minta maaf atas kesalahanku..mungkin aku banyak khilaf sama kamu..”jawab Siska sambil menangis. “Sis, kamu gak apa-apa kan??kok kamu ngomong seperti itu?” Tanyaku penuh harapan. “Jadi 2 hari lagi aku akan pindah ke luar negri, mengikuti ayahku. Ayahku dinas disana..sekeluarga pergi..termasuk aku” kata Siska panjang lebar sambil terisak-isak. Kemudian air mataku menetes perlahan-lahan seperti berpacu dan berkata” kamu serius siska??apa ini cumin mimpi??please sis, mohon jangan tinggalkan aku..kamu orang yang satu-satunya menjadi temanku, bahkan menjadi sahabat. Kamu orang pertama yang menjadi temanku.”kataku dengan menangis. “aku tau sarah, aku sebenarnya gak mau ninggalin kamu..aku akan selalu ingat kamu kok. Aku janji..”kata siska yang membasahi pipi chubbynya.

Sehari sebelum Siska pergi, aku pergi ke rumahnya sambil membantu membereskan barang-barangnya. Setelah semuanya beres aku memberikan sebuah coklat kepada Siska. “Sarah, ini coklat apa?” tanyanya. “ini bukan coklat biasa, coklat ini aku beli dari Magic store disebelah rumahku. Jika kamu merindukan aku, makan coklat ini, maka kamu bias melihat kegiatanku melalui video face, jadi kita chat disana, okey??”jelasku. “okey”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagu Barat yang Enak di Dengar Pada Saat Hujan

GAJE...!!!

pengertian internet